T E O R I M O D E R N

T E O R I   M O D E R N

 

1. Prof. Mr. R. Kranenburg

Mengenai pendapatnya tentang negara, Kranenburg mengatakan bahwa negara itu pada hakikatnya adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh sekelompok manusia yang disebut bangsa. Jadi menurut Kranenburg terlebih dahulu harus ada sekelompok manusia yang mempunyai kesadaran untuk mendirikan suatu organisasi, dengan tujuan untuk memelihara kepentingan kelompok tersebut. Maka di sini yang primer, artinya yang terpenting dan yang terlebih dahulu harus ada itu adalah kelompok manusianya. Sedangkan negara itu adlah sekunder, artinya itu menyusul kemudian. Dan adanya itu hanya dapat kalau berdasarkan atas suatu kelompok manusia yang disebut bangsa.

Menurut Kranenburg menunjukkan bahwa menurut pandangan modern, bangsa itu menjadi dasar dari negara. Jadi bangsalah yang primer yang harus ada terlebih dahulu, baru kemudian menyusul adanya negara, jadi negara sifatnya sekunder.

Bagaimanakah keadaan yang senyatanya, artinya bagaimanakah alasan Kranenburg tersebut, dapat diterima ataukah tidak. Terhadap hal ini kiranya dapat dikemukakan :

  1. Istilah-istilah tersebut diatas, yaitu Perserikatan Negara-Negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu sudah mempunyai pengertian-pengertian yang pasti.
  2. Apa yang dikemukakan oleh Kranenburg tersebut di atas, yaitu bahwa bangsalah yang menciptakan negara, adalah bertentangan dengan kenyataan, karena misalnya  saja sesudah Perang Dunia pertama, di benua Eropa timbul beberapa negara yang tidak hanya meliputi satu jenis bangsa, melainkan meliputi beberapa jenis bangsa.

2. Logemann

Logemann mengatakan bahwa negara itu pada hakikatnya adalah suatu organisasi kekuasaan yang meliputi atau menyatukan kelompok manusia yang kemudian disebut bangsa. Jadi pertama-tama negara itu adalah suatu organisasi kekuasaan, maka organisasi ini memiliki suatu kewibawaan atau gezag di mana terkandung pengertian dapat memaksakan kehendaknya kepada semua orang yang diliputi oleh organisasi itu.

Jadi Logemann berpendapat bahwa yang primer itu adalah organisasi kekuasaanya yaitu negara. Sedangkan kelompok manusianya adalah sekunder. Maka perbedaannya dengan pendapat Kranenburg adalah : kalau menurut sistem Kranenburg bangsa itu menciptakan organisasi, sedangkan menurut sistem Logemann organisasi itu menciptakan bangsa, maska bangsa inilah yang tergantung pada organisasi,

Istilah yang dipergunakan oleh Kranenburg itu adalah bangsa dalam arti ethnologis, misalnya bangsa Jawa, Sunda, Dayak, dan sebagainya. Sedangkan pengertian bangsa yang dipergunakan untuk menggambarkan idea dari Logemann itu adalah bangsa dalam arti rakyat dari suatu negara.

Pada tahun 1882 Ernest Renan telah membuka pendapatnya tentang pengertian bangsa. Menurutnya bangsa adalah suatu nyawa, suatu asas akal, yang terjadi karena dua hal : pertama, rakyat itu dulunya harus barsama-sama menjadi satu riwayat: kedua, rakyat itu sekarang harus mempunyai kemauan, keinginan hidup menjadi satu. Jadi dengan demikian yang menjadi negara itu bukanlah janis atau ras, agama, persamaan kebutuhan, ataupun daerah.

Menurut Otto Baeur bangsa itu adalah suatu persatuan perangai yang terjadi dari persatuan hal ikhwal yang telah dijalani oleh rakyat itu.

Sekarang apakah bedanya antara bangsa dengan rakya? Bangsa itu dipakai untuk melukiskan sesuatu pengertian yang dilawankan dengan bangsa-bangsa lain, misalnya dalam teks proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, itu dinyatakan : Kami bangsa Indonesia dengan ini………………. dan seterusnya. Istilah bangsa di sini mempunyai suatu pengertian yang dilawankan dengan bangsa-bangsa lain. Jadi ditujukan kepada dunia luar, kepada mereka yang tidak sebangsa.

Sedangkan istilah rakyat ini melukiskan sesuatu pengertian yang dilawankan dengan pemerintah. Misalnya jika dikatakan bahwa pemerintah RI harus menyelenggarakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.

Jadi menurut pendapat Logemann, organisasi itulah yang menciptakan dan meliputi kelompok manusia, dengan tujuan untuk mengatur kelompok tersebut dan menyelenggarakan kepentingan kelompok itu.

Sebelumnya telah dikatakan bahwa organisasi itulah yang terutama bersifat menentukan kelompoknya dan menentukan pula apa yang menjadi tujuannya, serta dengan jalan bagaimana akan mencapai tujuan tersebut. Jadi organisasi itu menguasai suatu kelompok, oleh karena itu lalu disebut organisasi kekuasaan. Sedangkan kelompok yang menjadi satu keutuhan itu, karena penentu organisasi tadi, maka lalu disebut kelompok kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s