Perkembangan dan Peranan Sosiologi

Standar

Perkembangan dan Peranan Sosiologi

Sosiologi berasal dari kata Latin socius yang berarti “kawan” dan kata Yunani logos yang berarti “kata” atau “berbicara”. Jadi sosiologi berarti “berbicara mengenai masyarakat”. Sosiologi merupakan ilmu sosial, disiplin yang kategoris, merupakan ilmu pengetahuan murni bukan terapan, ilmu pengetahuan yang abstrak, meneliti prinsip-prinsip umum dari interaksi antarmanusia, ilmu pengetahuan empiris dan rasional, dan ilmu pengetahuan umum bukan khusus.

Sosiologi berkembang di Prancis kemudian berkembang pesat di benua Amerika. Sejarah sosiologi berasal dari ilmu filsafat yang lahir pada saat-saat terakhir perkembangan ilmu pengetahuan. Auguste Comte (1798-1853) yang pertama-tama memakai istilah “sosiologi” adalah orang pertama yang membedakan antara ruang lingkup dan isi sosiologi dari ruang lingkup dan isi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Comte disebut juga sebagai “bapak sosiologi”. Sosiologi, menurut Comte, harus dibentuk berdasarkan pengamatan terhadap masyarakat bukan merupakan spekulasi.

Comte menyusun suatu sistematika dari filsafat sejarah dalam kerangka tahap-tahap pemikiran yang berbeda-beda. Menurut Comte ada 3 tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumnya. Tahap pertama dinamakannya tahap teologis atau fiktif. Tahap ini merupakan tingkat pemikiran manusia yang beranggapan semua benda di dunia ini mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh sesuatu kekuatan yang berada di atas manusia. Cara pemikiran tersebut tidak dapat dipakai dalam ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan bertujuan untuk mencari sebab, akibat, dan gejala-gajala. Yang kedua adalah tahap metafisis yaitu manusia masih percaya bahwa gejala-gejala di dunia ini disebabkan oleh kekuatan-kekuatan yang berada di atas manusia. Manusia belum berusaha untuk mencari sebab dan akibat gejala-gajala tersebut. Yang terakhir adalah tahap positif yang merupakan tahap di mana manusia telah sanggup berpikir secara ilmiah. Pada tahap ini berkembanglah ilmu pengetahuan.

Tokoh-tokoh yang mempengaruhi perkembangan ilmu sosiologi antara lain Auguste Comte (1798-1857),  Herbert Spencer (1820-1903), Emile Durkheim (1858-1917), Max Weber (1864-1920), Charles Horton Cooley (1864-1929), Pierre Guillaurne Frederic Le Play (1806-1882), Ferdinand Tonnies, Leopold von Wiese (1876-1949), Alfred Vierkandt (1867-1953), Lester Frank Ward (1841-1913), Vilfredo Pareto (1848-1923), Georg Simmel (1858-1918), William Graham Sumner (1840-1910), Robert Ezra Park (1864-1944), dan Karl Mannheim (1893-1947).

Ciri utama sosiologi adalah sosiologi bersifat empiris, teoritis, kumulatif, dan nonetis. Peranan sosiologi yaitu sosiologi memerhatikan peristiwa-peristiwa yang merupakan proses-proses kemasyarakatan yang timbul dari hubungan antarmanusia dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Sosiologi biasanya menyelidiki masyarakat-masyarakat modern yang sudah kompleks.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s