HYPNOTECHING

 

Hypnoteaching adalah perpaduan yang melibatkan alam bawah sadar dan pikiran bawah sadar. Hypnoteaching  merupakan perpaduan dua kata “Hypnosis” yang berarti mensugesti dan “teaching” yang berarti mengajar, sehingga dapat dikatakan bahwa Hypnoteaching sebenarnya adalah “ menghipnotis/mensugesti” siswa agar menjadi pintar dan melejitkan semua anak menjadi bintang.

Hypnoteaching merupakan cara belajar yang unik, kreatif sekaligus imajinatif. Sebelum proses belajar mengajar berlangsung, siswa sudah dikondisikan untuk siap belajar sehingga siswa dapat belajar dalam keadaan Fresh. Emosional dan psikologi siswa juga tidak luput dari perhatian, suasana belajar dibuat senyaman mungkin. Tak kalah penting, guru juga dituntut stabil baik secara emosional maupun psikologisnya.

 

Kekuatan Pikiran Bawah Sadar

Ternyata pikiran kita dipenuhi oleh Pikiran Bawah Sadar. Sandy Mc Gregor menyebutkan “hegemoni” Pikiran Bawah Sadar begitu hebat dan benar-benar menguasai pikiran hingga 88% . Hasilnya, dengan memaksimalkan potensi Pikiran Bawah Sadar seseorang, maka akan terjadi peningkatan kecerdasan yang sangat luar biasa dalam diri seseorang.

Hubungan antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar dalam aktivitas prilaku adalah sebagai berikut :

pikiran bawah sadar selalu mengikuti petunjuk yang diberikan.

pikiran bawah sadar selalu bergerak kearah yang ditunjuk oleh pikiran sadar.

 

Waking Hypnosis

Waking Hypnosis merupakan cara yang paling sederhana, efektif, dan metode yang terencana dalam meraih hasil hipnosis yang positif  tanpa menghilangkan kesadaran. Selain yang menggunakan bahasa yang memnberi sugestikepada siswa, hendaknya menerapkan pula bahasa yang dapat meningkatkan semangat belajar. Dengan mendekatkan diri kepada siswa secara emosional, akan memudahkan kita mensugesti mereka.

 

Melahirkan Pembelajar Sejati

Hypnoteaching dapat disebut dengan pembelajaran bawah sadar. Pada intinya Hypnoteaching adalah mengaktifkan inner motivation dan mempersuasi siswa. Mempersuasi siswa untuk nyaman dan betah dalam belajar. Selanjutnya, dengan sugesti yang kita berikan, mereka akan termotivasi untuk terus menikmati belajarnya. Mengkondisiskan mereka supaya siap menjaga suasana hatinya. Memotivasi untuk menjadi pembelajar yang sejati adalah tujuan akhir dari hynoteaching. Karena inti dari belajar sesungguhnya bertujuan membentuk profil individu yang mampu menjadi pembelajar sejati.

 

 

Persepsi: Sebagai Awal Kesuksesan

Dalam proses belajar mengajar di dalam kelas yang paling dominan terlihat adalah siswa yang tidak menunjukan minat dan tidak semangat dalam belajar. Hal itu dapat disebabkan karena persepsi belajar itu membosankan, sulit, melelahkan dan sama sekali tidak menyenangkan. Alasan ini melatar belakangi mengapa banyak siswa yang tidak menyukai proses belajar mengajar. Dalam otak anak tertanam betapa tidak menyenangkannya belajar itu sehingga secara otomatis berdampak pada motivasi siswa dalam belajar dan cara mereka bersikap pada guru.

Membongkar kesalahan pendidik

Sebelum mengubah persepsi siswa, kita harus mengubah terlebih dahulu persepsi kita terhadap siswa. Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan seorang pendidik:

a.     Meminimalkan sampah mental

Semua tindakan yang seorang gurur lakukan, salah ataupun benar tentu akan berdampak kepada pembentukan keyakinan dan jati diri.

b.    Program diri

Setelah bertahun-tahun mengajar, tanpa sadar persepsi kita akan terhadap siswa akan terbentuk. Untuk membuat proses hypnoteaching berjalan lancar sangat perlu bagi guru untuk mengubah persepsi lebih positif terhadap murid-murid.

c.     Visualisasi

 

Mengubah Persepsi Subjektif siswa

Persepsi subyektif siswa yaitu siapa yang membawakan. Dengan kata lain siapa yang mengajar. Melalaui hypnoteaching, kita akan mengubah persepsi siswa seakan-akana diajar oleh guru yang baik, akrab, dan bagaikan pelindung mereka. Mereka akan mengerti dan memahami apapun yang kita terangkan karena tidak ada lagi penghalang mental di antara pendidik dengan anak didik.

 

 

Aktifkan pikiran bawah sadar

a.    Masuklah dengan antusias

Ucapkan salam, tatap wajah-wajah mereka, senyum dan besarkan bola mata.

b.    Mulailah dengan cloning

Menyamakan gerakan

Menyamakan ucapan

c.    Lanjutkan dengan cerita

Sebuah cerita akan melibatkan pikiran dan emosi pendengar atau pembaca.

Alami dan apa adanya

Ekspresif (gunakan suara, intonasi, dan bahasa tubuh)

Gunakan pengalam sehari-hari atau topic yang sedang hangat.

Gunakan emosi

Fun dan membangun

Teknik-Teknik Rahasia Belajar Efektif

a.    Yelling

Guru Siswa
Hai Yes
Hai Hallo
Class Wow
Champ Yes/Go
Hallo Hai/Yes

 

b.    Peraturan Tambahan

Syaratnya:

1.    Jumlah peraturan sedikit

2.    Membuat siswa aktif

3.    Membuat siswa gembira

4.    Memberikan reward dan penalty

Prinsipnya:

Tegas, konsisten, dan FUN/MENYENANGKAN

c.    Jam Emosi

Cukup membuatnya dengan kertas karton dan meletakkannya di depan kelas dimana semua siswa dapat melihatnya dengan jelas.

1.    Jam tenang

2.    Jam diskusi

3.    Jam lepas

4.    Jam tombol

Setiap jam emosi tesebut diberi warna berbeda.

 

 

1.    Pertanyaan ajaib

2.    Ajarkan dan puji

3.    Perintah berdiskon dan berbonus dalam memberi tugas

4.    Anchor, tombol emosi ajaib

5.    Membuat anchor

6.    Kalimat bermakna ganda

 

Rahasia Menangani Masalah Perilaku

1.    Debet tabungan perhatian

2.    Reward dan penalty

3.    Anchor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s