PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN

BAB I

PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN


Perbedaan taraf hidup suatu bangsa semakin terasa pada saat bangsa itu mulai membutuhkan aneka rupa barang bagi kehidupannya. Khususnya yang menyangkut masalah pangan, sandang, papan/tempat tinggal dan lain-lain. Untuk itulah sejak zaman dahulu umat manusia sudah berusaha memanfaatkan SDA yang ada di wilayahnya untuk memenuhi kebutuhannya. Karena semakin majunya tingkat kebutuhan hidup maka alat pemuas kebutuhannya menjadi semakin langka.

Dengan adanya tingkat kemajuan serta kepandaian suatu suku bangsa maka tradisi barter akhirnya berubah menjadi suatu pemikiran untuk menguasai suatu daerah yang kaya akan SDA. Maka sejak munculnya berbagai kerajaan di berbagai negara, muncul pula tekhnologi persenjataan yang terutama digunakan untuk menyerang suatu kerajaan/bangsa yang dianggap perlu untuk ditaklukan. Akibatnya banyak bangsa-bangsa di dunia yang tidak pandai, termasuk bangsa Indonesia dengan mudah dijajah.

Di satu pihak negara penjajah akan semakin berhasil mengembangkan perdagangannya serta mampu memenuhi aneka rupa kebutuhan mereka terutama dengan cara menguras segala kekayaan negara jajahan, dilain pihak bangsa-bangsa yang dijajah terutama dikawasan Afrika, Amerika Latin, dan Asia hidupnya semakin menderita. Hal inilah yang menyebabkan bermunculannya para ahli ilmu ekonomi yang mempelajari pentingnya ilmu ekonomi pembangunan bagi suatu negara, terutama bagi negara-negara berkembang atau terbelakang karena terlalu lama dijajah.

 

A. Utara dan Selatan

Negara-negara di dunia dibagi dalam istilah kelompok utara dan kelompok selatan. Menurut Willy Brandt bahwa dunia dibagi menjadi dua kelompok/kubu yakni kubu utara yang mencakup dua negara industri kaya yang terletak disebelah selatan Equador seperti Australia dan Selandia Baru. Sedangkan kubu selatan mencakup negara semi industri yang maju seperti Brazil, hingga negara-negara daratan atau kepulauan miskin seperti Chad atau Maladiva.

 

Menurut Michael Todaro dalam bukunya yang berjudul Perkembangan Ekonomi Negara-Negara Berkembang membagi wilayah negara-negara di dunia ini menjadi dua kawasan, yaitu kawasan Utara untuk menyebut negara-negara maju dan kawasan Selatan untuk menyebut negara-negara berkembang. Dalam perkembangannya, adanya tahapan perkembangan suatu negara telah menggeser pola tersebut. Pada kenyataannya, terdapat negara di kawasan Selatan yang dapat dikategorikan sebagai negara maju berdasarkan kondisi fisik, sosial budaya, ekonomi, dan penguasaan iptek yang dimilikinya. Negara-negara di wilayah Selatan yang dapat dikategorikan negara maju, yaitu Australia dan Selandia Baru. Beberapa negara di selatan termasuk negara-negara pengekspor minyak yang mempunyai pendapatan perkapita lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara di utara. Tetapi dalam istilah umum, utara dan selatan disamakan secara luas dengan istilah negara kaya dan negara miskin atau negara sudah berkembang dan negara sedang berkembang.

Berdasarkan letak peta, terlihat bahwa mayoritas negara maju pada umumnya terletak di belahan bumi Utara antara lain, negara-negara di kawasan Eropa, Asia bagian Utara, Asia Timur, dan Amerika Utara, sedangkan negara-negara maju di belahan bumi Selatan adalah Australia dan Selandia Baru. Adapun negara-negara berkembang pada umumnya berada di sebelah Selatan dari negara-negara maju tersebut, antara lain di sebagian besar wilayah Asia, Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

 

B. Dunia Ketiga, Kedua, dan Dunia Pertama.

Pada tahun 1970-an para ahli sosial dan para pelaksana pembangunan dunia ketiga mengungkapkan persepsi mereka dalam arti pembangunan yang sebelumnya tidak ada.

Dunia pertama yakni tergolong negara-negara kapitalis lanjutan. Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi, menjual dan menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi. Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara. Negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis diantaranya ialah Amerika Serikat.

Dunia kedua yakni negara-negara yang termasuk negara sosialis lanjutan dunia ketiga. Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, dan lain sebagainya.

Dalam sistem ekonomi sosialisme atau sosialis, mekanisme pasar dalam hal permintaan dan penawaran terhadap harga dan kuantitas masih berlaku. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.

Dunia ketiga yakni negara-negara yang bangkit setelah berakhirnya perang dunia II seperti wilayah-wilayah Afrika, Asia, Amerika Latin atau negara-negara yang umumnya negara-negara bekas jajahan dan negara miskin.

Dunia Mayoritas telah semakin populer di kalangan-kalangan yang menganggap istilah “Dunia Ketiga” mengandung konotasi yang menghina atau ketinggalan zaman. Istilah Dunia Ketiga juga tidak disukai karena istilah ini menyiratkan pengertian yang keliru bahwa negara-negara tersebut bukanlah bagian dari sistem ekonomi global. Sebagian orang mengklaim bahwa ketertinggalan Afrika, Asia dan Amerika Latin pada masa Perang Dingin dipengaruhi, atau bahkan disebabkan oleh pengaruh  ekonomi, politik, dan militer di masa Perang Dingin yang dilakukan oleh negara-negara yang paling kuat saat itu (perang dunia II).

 

C. Studi Ilmu Ekonomi Pembangunan

Menurut Bruce Herrick/ Charles P. Kindleberger bahwa pembangunan ekonomi itu mempelajari sebab-sebab serta cara-cara menanggulangi kemiskinan. menurutnya di berbagai negara-negara industri yang makmur, angka kemiskinan relatif sedikit.

Menurut M.L. Jhingan bahwa ilmu ekonomi pembangunan mengacu kepada berbagai masalah perkembangan ekonomi di negara-negara terbelakang. Sedangkan menurut Michael P. Todaro studi ekonomi pembangunan merupakan suatu cabang paling baru serta menantang dari disiplin ilmu yang lebih luas yakni ilmu ekonomi dan politik ekonomi, menurutnya selain membahas mengenai masalah yang berkaitan dengan alokasi sumber daya secara efesien dan pertumbuhan yang lestari dari waktu ke waktu, juga menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan mekanisme-mekanisme perekonomian, sosial, dan kelembagaan.

 

D. Mengapa Harus Dipelajari

Pentingnya mempelajari ilmu ekonomi pembangunan menurut Todaro ialah untuk menekankan kepada mahasiswa pada tahap perkenalan sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai sejumlah pertanyaan kritis yang berkenaan dengan perekonomian di negara-negara dunia ketiga, diantaranya :

  1. apa sebenarnya yang dimaksud dengan pembangunan. Bagaimana  prinsip-prinsip dari teori ekonomi yang dapat membantu pemahaman terhadap proses pembangunan yang lebih baik.
  2. apa penyebab pertumbuhan ekonomi nasional dan pertumbuhan ekonomi internasional.
  3. apa dampak kenaikan harga minyak dunia yang begitu sering dan cepat pada tahun 1970-an.
  4. mengapa banyak pengangguran di dunia ketiga, terutama di kota-kota.dll

Menurut Bruce Herrick/ Charles P. Kindleberger mengapa ekonomi pembangunan dipelajari karena beberapa alasan seperti alasan moral dan etika, kepentingan negara, kepentingan swasta, masalah lingkungan dan adanya rasa ingin tahu intelektual.

 

E. Perkembangan, Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi

Dalam mempelajari ilmu ekonomi pembangunan sering dijumpai istilah seperti perkembangan ekonomi yang sering dikaitkan dengan pahan evolusi, bukan dalam hubungan langsung dengan pertumbuhan ataupun dengan pembangunan. Menurut Sumitro Djojohadikusumo pertumbuhan dan pembangunan itu berbeda. Pertumbuhan ekonomi berpokok pada proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Adapun pembangunan ekonomi mengandung arti yang lebih luas serta mencakup perubahan pada ususnan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Menurut M.L. Jhingan istilah perkembangan ekonomi digunakan secara bergantian dengan istilah pertumbuhan ekonomi, kesejahtraan ekonomi, kemajuan ekonomi serta perubahannya selama jangka panjang. Tetapi menurut Schumpeter dan Ursula Hicks membedakan istilah perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya perkembangan ekonomi mengacu kepada permasalahan negara terbelakang, sedangkan pertumbuhan ekonomi mengacu kepada permasalahan di negara maju.

Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.

Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth), pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Dunia_Ketiga
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_ekonomi
  3. http://gurumuda.com/bse/beberapa-contoh-negara-maju-di-dunia
  4. http://organisasi.org/sistem_tata_ekonomi_kapitalisme_sosialisme_dan_komunisme_definisi_pengertian_arti_penjelasan_sejarah_teori_ilmu_ekonomi
  5. http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Negara_Berkembang_dan_Negara_Maju
  6. http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg06443.html
  7. Sanusi Bachrawi. 2004. pengantar Ekonomi Pembangunan. Jakarta.Rineka Cipta
  8. Sudantoko Djoko, dkk. 2009. Dasar-Dasar Pengantar Ekonomi Pembangunan. Jakarta Selatan. PT. PP Mardi Mulyo

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s